Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Indonesia merupakan sebuah negara besar dengan beranekaragam ras, suku, adat, dan budaya. Banyaknya keanekaragaman itu tak lepas dari sejarah panjang terjadinya akulturasi budaya dari luar masuk ke indonesia. Banyak para ahli berpendapat tentang sejarah nenek moyang bangsa indonesia. Nenek moyang bangsa indonesia digali sejarah dan asal usulnya melalui teori teori yang masuk akal. Berikut penjelasannya.
Teori ini menyatakan kalau nenek moyang umat manusia berasal dari benua afrika kurang lebih pada tahun 200.000 SM, setelah mengalami proses evolusi mereka kemudian menyebar ke seluruh benua yang ada di dunia. Proses penyebaran terjadi sangat lambat di mulai tahun 200.000 SM - 60.000 SM, manusia menyebar ke seluruh wilayah benua afrika kemudian pada tahun 60.000 SM manusia mulai menyebar ke wilayah timur tengah, asia selatan, asia tenggara, sampai benua australia. Namun teori ini mempunyai bukti-bukti yang mendukungnya sangatlah terbatas.
Teori ini menyatakan bahwa manusia purba di indonesia atau nenek moyang bangsa ini berasal dari yunan bagian cina selatan. Teori ini berdasarkan adanya kesamaan artefak dan bahasa melayu yang berkembang di nusantara serumpun dengan bahasa yang ada di negara kamboja. dengan kata lain kemiripan bahasa melayu dengan bahsa kamboja menandakan adanya pertalian dengan daratan yunan. Serta artefak kapak tua yang di temukan di indonesia mempunyai kemiripan dengan kapak tua yang ditemukan di daerah asia tengah.
[caption id="attachment_500" align="aligncenter" width="618"]
Jalur Persebaran dari Yunan ke Nusantara[/caption]
[caption id="attachment_501" align="alignright" width="300"]
Bangsa Proto Melayu[/caption]
Bangsa proto melayu atau Melayu Tua adalah nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan orang-orang Austronesia yang pertama kali datang ke nusantara pada gelombang pertama (sekitar tahun 1500 SM). Bangsa porto melayu memasuki wilayah Indonesia melalui dua jalur, yaitu:
a. Jalur Barat melalui Malaysia–Sumatera dan
b. Jalur Utara atau Timur melalui Philipina–Sulawesi.
Bangsa Melayu Tua ini dianggap memiliki kebudayaan yang lebih maju dibandingkan manusia purba umumnya pada masa itu. Ini dibuktikan dengan penemuan bukti kebudayaan neolithikum telah berlaku dengan hampir semua peralatan mereka terbuat dari batu yang sudah dihaluskan. Hasil kebudayaan zaman neolithikum dari orang-orang Austronesia yang terkenal yaitu kapak persegi. Kapak persegi sendiri banyak ditemukan di wilayah Indonesia Barat yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dan Sulawesi Utara. Dan perlu diketahui bahwa suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk keturunan Proto Melayu ialah suku Dayak dan Toraja.
Bangsa Deutro Melayu atau bangsa melayu muda adalah nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan orang-orang austronesia yang datang ke nusantara pada gelombang kedatangan kedua, yakni pada kurun waktu 400-300 SM. Bangsa melayu
[caption id="attachment_502" align="alignright" width="300"]
Bangsa Deutro Melayu[/caption]
muda (Deutero Melayu) berhasil melakukan asimilsasi dengan para pendahulunya yang tak lain adalah bangsa melayu tua (proto melayu).
Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ditemukan, diketahui bahwa Bangsa Deutero Melayu masuk ke wilayah nusantara melalui jalur Barat, di mana rute yang mereka tempuh dari Yunan (Teluk Tonkin), Vietnam, Malaysia, hingga akhirnya tiba di Nusantara.
Bangsa Melayu Tua juga dianggap mempunyai kebudayaan yang jauh lebih maju dibandingkan pendahulunya, bangsa Proto Melayu. Mereka sudah berhasil membuat barang-barang dari perunggu dan besi, di ana beberapa diantaranya antara lain kapak serpatu, kapak corong, dan nekara, serta menhir, dolmen, sarkopagus, kubur batu, dan punden berundak-undak. Suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk keturunan bangsa Melayu muda adalah suku Jawa, Melayu, dan Bugis.
Sebelum kelompok bangsa Austronesia masuk ke wilayah Nusantara, sudah ada beberapa kelompok manusia purba yang sudah lebih daulu menempati wilayah tersebut. Mereka adalah bangsabangsa primitif dengan budaya yang sangat sederhana. Mereka di antaranya adalah manusiapleistosin, suku wedoid, dan suku negroid. Manusia Pleistosin; Kehidupan manusia purba ini selalu berpindah tempat dengan kemampuan yang sangat terbatas.
Demikian juga dengan kebudayaannnya sehingga corak kehidupan manusia purba ini tidak dapat diikuti lagi, kecuali beberapa aspek saja. Suku Wedoid; Sisa-sisa suku Wedoid hingga kini masih ada dan dapat kita temukan. Mereka hidup meramu dan mengumpulkan makanan dari hasil hutan dan memiliki kebudayaan yang sangat sederhana. Suku Sakai di Siak dan suku Kubu di perbatasan
Jambi dan Palembang adalah dua contoh peninggalan Suku Wedoid di masa kini. Suku Negroid; Di Indonesia sudah tidak terdapat lagi sisa-sisa kehidupan suku negroid.
Namun, di pedalaman Malaysia dan Philipina, keturunan suku ini rupanya masih ada Suku Semang di Semenanjung Malaysia dan Suku Negrito di Philipina merupakan bukti nyatanya.
Istilah Austronesia secara etimologi berasal dari dua akar kata dalam bahasa Latin dan Yunani. Kata austrālis berasal dari bahasa Latin berarti arah selatan kemudian mendapat tambahan kata nêsos (bahasa Yunani) yang berarti pulau. Austronesia telah banyak dikaji dan diteliti baik dalam konteks persebaran budaya maupun bahasa. Hasil penelitian dan kajian mengenai Austronesia ini menimbulkan sejumlah teori yang secara umum datang dari kalangan arkeolog, antropolog, biolog dan ahli linguistik. Beberapa teori yang berkaitan dengan persebaran Austronesia antara lain : Out of Taiwan (Bellwood-Blust), Sundaland Theory/ The Eden in the East Concept(Oppenheimer), The Express Train to Polynesia (Diamond), The Taiwan Homeland Concept (Reed), Island Southeast Asia Origin (Solheim) dan lain-lain.
Bangsa Austronesia menurut teori Out of Taiwan berasal dari wilayah pantai Cina Selatan (sekarang Vietnam Utara) dan Taiwan yang kemudian bermigrasi ke wilayah kepulauan Indonesia dan Pasifik sekitar 5000 tahun yang lalu. Mereka menyebar dengan mengadakan perjalanan laut menggunakan perahu sampan maupun perahu layar pertama-tama menuju Filipina dan kemudian terpisah dalam dua kelompok. Kelompok pertama berlayar ke arah barat daya dan mencapai Pulau Kalimantan, Sumatera, Jawa dan wilayah-wilayah Malaysia sekarang. Para migran dari kelompok pertama ini kemudian diduga merupakan nenek moyang orang Malaysia dan penduduk kepulauan Indonesia barat. Adapun kelompok kedua berlayar ke arah tenggara menuju kepulauan Halmahera dan Bismarck. Dari Biscmark kemudian para migran ini melanjutkan perjalanannya ke arah kepulauan Pasifik menuju Pulau Solomon, Vanuatu, Kaledonia, Fiji dan wilayah-wilayah kepulauan di sebelah timur hingga akhirnya menetap di wilayah Polinesia (Muller dalam Soeroto, 2010: 34).
Teori yang mendasari asal usul nenek moyang bangsa Indonesia
Teori afrika
Teori ini menyatakan kalau nenek moyang umat manusia berasal dari benua afrika kurang lebih pada tahun 200.000 SM, setelah mengalami proses evolusi mereka kemudian menyebar ke seluruh benua yang ada di dunia. Proses penyebaran terjadi sangat lambat di mulai tahun 200.000 SM - 60.000 SM, manusia menyebar ke seluruh wilayah benua afrika kemudian pada tahun 60.000 SM manusia mulai menyebar ke wilayah timur tengah, asia selatan, asia tenggara, sampai benua australia. Namun teori ini mempunyai bukti-bukti yang mendukungnya sangatlah terbatas.
Teori Yunan
Teori ini menyatakan bahwa manusia purba di indonesia atau nenek moyang bangsa ini berasal dari yunan bagian cina selatan. Teori ini berdasarkan adanya kesamaan artefak dan bahasa melayu yang berkembang di nusantara serumpun dengan bahasa yang ada di negara kamboja. dengan kata lain kemiripan bahasa melayu dengan bahsa kamboja menandakan adanya pertalian dengan daratan yunan. Serta artefak kapak tua yang di temukan di indonesia mempunyai kemiripan dengan kapak tua yang ditemukan di daerah asia tengah.
Jalur Persebaran dari Yunan ke Nusantara
[caption id="attachment_500" align="aligncenter" width="618"]
Jalur Persebaran dari Yunan ke Nusantara[/caption]Pembagian Bangsa Melayu di Indonesia
Bangsa Proto Melayu (Melayu Tua)
[caption id="attachment_501" align="alignright" width="300"]
Bangsa Proto Melayu[/caption]Bangsa proto melayu atau Melayu Tua adalah nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan orang-orang Austronesia yang pertama kali datang ke nusantara pada gelombang pertama (sekitar tahun 1500 SM). Bangsa porto melayu memasuki wilayah Indonesia melalui dua jalur, yaitu:
a. Jalur Barat melalui Malaysia–Sumatera dan
b. Jalur Utara atau Timur melalui Philipina–Sulawesi.
Bangsa Melayu Tua ini dianggap memiliki kebudayaan yang lebih maju dibandingkan manusia purba umumnya pada masa itu. Ini dibuktikan dengan penemuan bukti kebudayaan neolithikum telah berlaku dengan hampir semua peralatan mereka terbuat dari batu yang sudah dihaluskan. Hasil kebudayaan zaman neolithikum dari orang-orang Austronesia yang terkenal yaitu kapak persegi. Kapak persegi sendiri banyak ditemukan di wilayah Indonesia Barat yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dan Sulawesi Utara. Dan perlu diketahui bahwa suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk keturunan Proto Melayu ialah suku Dayak dan Toraja.
Bangsa Deutro Melayu (Melayu Muda)
Bangsa Deutro Melayu atau bangsa melayu muda adalah nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan orang-orang austronesia yang datang ke nusantara pada gelombang kedatangan kedua, yakni pada kurun waktu 400-300 SM. Bangsa melayu
[caption id="attachment_502" align="alignright" width="300"]
Bangsa Deutro Melayu[/caption]muda (Deutero Melayu) berhasil melakukan asimilsasi dengan para pendahulunya yang tak lain adalah bangsa melayu tua (proto melayu).
Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ditemukan, diketahui bahwa Bangsa Deutero Melayu masuk ke wilayah nusantara melalui jalur Barat, di mana rute yang mereka tempuh dari Yunan (Teluk Tonkin), Vietnam, Malaysia, hingga akhirnya tiba di Nusantara.
Bangsa Melayu Tua juga dianggap mempunyai kebudayaan yang jauh lebih maju dibandingkan pendahulunya, bangsa Proto Melayu. Mereka sudah berhasil membuat barang-barang dari perunggu dan besi, di ana beberapa diantaranya antara lain kapak serpatu, kapak corong, dan nekara, serta menhir, dolmen, sarkopagus, kubur batu, dan punden berundak-undak. Suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk keturunan bangsa Melayu muda adalah suku Jawa, Melayu, dan Bugis.
- Bangsa Primitif
[caption id="attachment_503" align="alignright" width="240"]
Bangsa Primitif[/caption]
Sebelum kelompok bangsa Austronesia masuk ke wilayah Nusantara, sudah ada beberapa kelompok manusia purba yang sudah lebih daulu menempati wilayah tersebut. Mereka adalah bangsabangsa primitif dengan budaya yang sangat sederhana. Mereka di antaranya adalah manusiapleistosin, suku wedoid, dan suku negroid. Manusia Pleistosin; Kehidupan manusia purba ini selalu berpindah tempat dengan kemampuan yang sangat terbatas.
Demikian juga dengan kebudayaannnya sehingga corak kehidupan manusia purba ini tidak dapat diikuti lagi, kecuali beberapa aspek saja. Suku Wedoid; Sisa-sisa suku Wedoid hingga kini masih ada dan dapat kita temukan. Mereka hidup meramu dan mengumpulkan makanan dari hasil hutan dan memiliki kebudayaan yang sangat sederhana. Suku Sakai di Siak dan suku Kubu di perbatasan
Jambi dan Palembang adalah dua contoh peninggalan Suku Wedoid di masa kini. Suku Negroid; Di Indonesia sudah tidak terdapat lagi sisa-sisa kehidupan suku negroid.
Namun, di pedalaman Malaysia dan Philipina, keturunan suku ini rupanya masih ada Suku Semang di Semenanjung Malaysia dan Suku Negrito di Philipina merupakan bukti nyatanya.
Migrasi Besar-besaran ke Austronesia
Istilah Austronesia secara etimologi berasal dari dua akar kata dalam bahasa Latin dan Yunani. Kata austrālis berasal dari bahasa Latin berarti arah selatan kemudian mendapat tambahan kata nêsos (bahasa Yunani) yang berarti pulau. Austronesia telah banyak dikaji dan diteliti baik dalam konteks persebaran budaya maupun bahasa. Hasil penelitian dan kajian mengenai Austronesia ini menimbulkan sejumlah teori yang secara umum datang dari kalangan arkeolog, antropolog, biolog dan ahli linguistik. Beberapa teori yang berkaitan dengan persebaran Austronesia antara lain : Out of Taiwan (Bellwood-Blust), Sundaland Theory/ The Eden in the East Concept(Oppenheimer), The Express Train to Polynesia (Diamond), The Taiwan Homeland Concept (Reed), Island Southeast Asia Origin (Solheim) dan lain-lain.
Bangsa Austronesia menurut teori Out of Taiwan berasal dari wilayah pantai Cina Selatan (sekarang Vietnam Utara) dan Taiwan yang kemudian bermigrasi ke wilayah kepulauan Indonesia dan Pasifik sekitar 5000 tahun yang lalu. Mereka menyebar dengan mengadakan perjalanan laut menggunakan perahu sampan maupun perahu layar pertama-tama menuju Filipina dan kemudian terpisah dalam dua kelompok. Kelompok pertama berlayar ke arah barat daya dan mencapai Pulau Kalimantan, Sumatera, Jawa dan wilayah-wilayah Malaysia sekarang. Para migran dari kelompok pertama ini kemudian diduga merupakan nenek moyang orang Malaysia dan penduduk kepulauan Indonesia barat. Adapun kelompok kedua berlayar ke arah tenggara menuju kepulauan Halmahera dan Bismarck. Dari Biscmark kemudian para migran ini melanjutkan perjalanannya ke arah kepulauan Pasifik menuju Pulau Solomon, Vanuatu, Kaledonia, Fiji dan wilayah-wilayah kepulauan di sebelah timur hingga akhirnya menetap di wilayah Polinesia (Muller dalam Soeroto, 2010: 34).